Operasi Usus Buntu Terbuka (Apendektomi Terbuka)
Operasi usus buntu atau apendektomi adalah operasi untuk mengangkat usus buntu atau umbai cacing (appendix) yang telah terinfeksi (apendisitis). Usus buntu merupakan organ berbentuk kantung kecil yang menonjol keluar dari usus besar. Prosedur operasi akan dilakukan pada keadaan di mana usus buntu meradang dengan hebat dan terancam akan pecah.
Apa itu operasi usus buntu terbuka?
Apendektomi terbuka dilakukan dengan membuat sayatan sepanjang 5–10 cm pada bagian kanan bawah perut. Sayatan ini menjadi akses untuk mengangkat usus buntu. Usai usus buntu diangkat, sayatan akan ditutup kembali. Apendektomi terbuka umumnya dilakukan ketika usus buntu pasien sudah pecah dan infeksinya menyebar. Apendektomi terbuka juga menjadi metode yang umum dipilih pada pasien yang pernah menjalani pembedahan di bagian perut.
Indikasi Operasi Usus Buntu!
Operasi usus buntu atau apendektomi merupakan tindakan yang dilakukan untuk mengatasi apendisitis atau radang usus buntu yang tidak membaik dengan obat-obatan. Jika tidak ditangani dengan segera, usus buntu dapat pecah dan membahayakan nyawa.
Gejala-gejala yang biasanya dialami oleh penderita apendisitis adalah : – Nyeri perut di bagian pusar dan menyebar ke bagian kanan bawah perut. – Pembengkakan pada perut. – Otot perut kaku. – Diare. – Konstipasi atau sembelit. – Demam ringan. – Kehilangan nafsu makan. – Sulit kentut. – Mual dan muntah.
Berikut ini beberapa hal sepele yang dapat memicu penyakit usus buntu, yaitu : – Sering menahan kentut. – Gemar mengonsumsi makanan yang dibakar. – Sering makan gorengan. – Mengonsumsi daging kalengan, serta; – Suka jajan sembarangan.
Persiapan apa saja yang harus dilakukan?
Sebelum melakukan prosedur operasi, biasanya dokter harus mengetahui apakah ada hal yang harus diwaspadai dari pasien nya, seperti pasien penderita apendisitis, yang mana dilarang keras untuk mengikuti operasi usus buntu. Pasien dengan beberapa kondisi berikut ini juga tidak dianjurkan untuk menjalani operasi usus buntu, diantaranya yaitu : Sedang hamil, memiliki alergi sedang menggunakan obat-obatan tertentu dan lainnya.
Menjelang operasi, ada beberapa hal yang harus dilakukan pasien, yaitu : – Menanggalkan perhiasan dan barang-barang lain yang dapat mengganggu proses operasi. – Mengganti pakaian dengan pakaian rumah sakit. – Mencukur rambut di daerah yang akan dibedah.
Usai seluruh persiapan selesai dilakukan, pasien akan diminta untuk berbaring terlentang di meja operasi. Setelah itu, dokter akan memberikan cairan intravena yang berisi obat-obatan melalui infus di lengan. Selanjutnya, pasien akan diberikan anestesi (bius) total, sehingga pasien tidak sadar selama operasi. Pada beberapa kasus, anestesi lokal dapat digunakan sebagai pengganti anestesi total.
Bagaimana rangkaian operasi usus buntu yang sebenarnya?
Sebelum operasi benar-benar dilakukan, dokter dan timnya diwajibkan untuk membersihkan dirinya dan juga seluruh peralatan yang akan digunakan, sehingga semuanya menjadi steril dan tidak menganggu proses operasi.
Kebanyakan dokter juga biasanya mendengarkan lagu saat mereka melakukan operasi, guna menghilangkan ketegangan yang ada di ruangan operasi. Berikut contoh lagu yang bisa di putar saat operasi berjalan.
Setelah semua persiapan telah dilakukan, maka operasi siap dilaksanakan. Namun, sebelum proses pembedahan, pernapasan pasien akan dibantu oleh mesin. Dokter anestesi akan memantau denyut jantung, laju pernapasan, tekanan darah, dan kadar oksigen dalam darah pasien. Setelah itu, pembedahan bisa segera dimulai.Berikut ini adalah tahap-tahap pelaksanaan apendektomi terbuka :
- Sayatan dibuat di bagian kanan bawah perut.
- Otot perut akan dipisahkan dan bagian perut akan dibuka.
- Apendiks diikat menggunakan benang operasi, lalu dipotong.
- Jika apendiks sudah pecah, bagian perut akan dibasuh menggunakan air garam (saline).
- Air bilasan, darah, dan cairan tubuh lain di sekitar area yang dioperasi akan dikeluarkan menggunakan alat penyedot khusus.
- Setelah operasi selesai dilakukan, otot perut dan sayatan pada kulit akan dijahit, kemudian ditutup menggunakan perban untuk mencegah infeksi.
- Usus buntu yang dipotong akan dikirim ke laboratorium untuk dianalisis.
Setelah operasi usus buntu selesai, pasien akan dipindahkan ke ruang pemulihan. Pasien juga akan mendapatkan tindakan medis lanjutan seperti : – Pemantauan kondisi fisik. – Pemberian obat pereda rasa sakit. – Pemasangan selang dari hidung menuju lambung untuk mengeluarkan air.
Pasien sudah dapat meminum air beberapa jam setelah apendektomi dan mengonsumsi makanan padat secara bertahap jika kondisi fisik sudah membaik. Sebagian besar pasien dapat pulang ke rumah setelah 1–2 hari dirawat di rumah sakit. Pasien disarankan untuk tidak langsung kembali beraktivitas secara normal hingga 2–4 minggu usai menjalani operasi usus buntu.
Pasien juga perlu melakukan pemulihan dan perawatan secara mandiri di rumah dengan cara : – Menjaga luka jahitan selalu kering dan bersih. – Menggunakan obat pereda nyeri sesuai anjuran. – Menghindari aktivitas berat.
Meski risiko terjadinya infeksi setelah operasi usus buntu cukup kecil, biasanya dokter akan memberikan antibiotik yang harus dikonsumsi secara rutin hingga habis, guna mencegah pasien mengalami infeksi.
Proses penyembuhan dan pemulihan setelah apendektomi umumnya berlangsung selama 2–6 minggu. Selama masa penyembuhan dan pemulihan ini, dokter akan menjadwalkan pemeriksaan rutin bagi pasien. Hingga pasien pulih seperti sedia kala.
Demikian pembahasan mengenai rangkaian operasi usus buntu dengan proses pembedahan terbuka. Mohon maaf apabila ada kata yang kurang dapat dipahami, semoga teman-teman semua dapat peka terhadap diri sendiri jika menyadari adanya gejala-gejala seperti penjelasan yang telah dijelaskan, perlu diingat untuk selalu menjaga kebersihan, mengonsumsi makanan yang sehat serta istirahat yang cukup. Terima kasih sudah menyimak pembahasan ini, sampai jumpa kembali!
Penulis Materi : Licha Sourch : Alodokter Pengada acara : THExKARIERA









