Part O1 : she know

'Hah?' ucap dina dalam hati, saat ini dina sadar bahwa dirinya sedang tidak sadarkan diri. Badannya terasa sangat berat seperti ditindih sesuatu, ia mencoba meraih sesuatu di dekatnya, namun nihil, tak ada yang dapat ia raih. Perlahan ia beranikan diri untuk membuka matanya, 'silau mennnn!' ucapnya dalam hati seraya memandangi sinar matahari yang masuk melalui jendela. Saat ini matanya telah terbuka 100%. Ia melihat sekelilingnya, 'kaya pernah liat ni ruangan' fokusnya buyar setelah melihat seonggok manusia di atas kasur, didekatinya perlahan untuk memastikan sesuatu. Dilihatnya dalam-dalam wajah itu.

Gedubrakkkkkk~

Dina terjatuh ke lantai sambil menutup mulutnya dengan kedua tangan, ia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang. Tanpa babibu, dina menggoyangkan tubuh itu, namun tidak ada pergerakan. Dina semakin brutal, ia mengambil bantal dan menutup wajah orang itu.. 5 detik.. 20 detik.. tepat di detik ke 30 orang itu berteriak..

“AAAAAAAAAAA TOLONGGGG, AKU DITINDIH SETANNNNN!!!”

Dina segera menyingkirkan bantal tadi, dan melihat kembali wajah yang baru saja ia coba hilangkan nyawanya. 'IMPOSIBEELLLLL!' ucap dina dalam hati.

“Kamu siapa...???” ucap dina sembari menunjuk orang yang sekarang sedang berdiri di atas kasur dengan memasang aba aba silat. Ia yakin betul pernah melihat orang ini, tapi dimana- ia lupa.

“Gue dina, lo yang siapa? ngapain ada di kamar gue? lo temennya mama yaa?” Jawab dina yang berdiri di atas kasur.

WHAT, APA? DINA?

“Saya juga dina..!” seketika ia ingat bahwa tempat ini ialah kamarnya 10 tahun lalu saat ia masih alay-alaynya. Dan orang yang sedang memandanginya ini adalah dirinya sendiri 10 tahun yang lalu, alias saat umurnya 18 tahun. Dina tua (yang berumur 28 tahun) mencoba menampar-nampar dirinya, takut takut kalau ini hanya mimpi.. tapi sangat sakit, rahangnya hampir saja pindah ke tenggorokan, menandakan kalau kejadian ini bukanlah mimpi.

3 JAM KEMUDIAN

2 wanita itu masih saling menatap, namun bedanya, yang satu sedang memahami keadaan, dan yang satu sedang mencoba lari dari keadaan.

“Hallo dina muda, saya dina tua, karna saat ini umur saya 28 tahun.. saya datang dari masa depan.” ucap dina tua memecah keheningan, seraya menjulurkan tangan memperkenalkan diri.

“Lu gila yaa?!” ucap dina muda dengan wajah sablengnya.

“Kamu harus percaya, atau kamu mau bukti kalo saya itu kamu versi kisut?” jawab dina tua mencoba meyakinkan.

1 JAM BERLALU

Sekiranya ada 46 pertanyaan yang sudah dina muda tanyakan kepada dina tua, dan semuanya berhasil dina tua jawab.

“Oke, pertanyaan terakhir.. kalo lo bisa jawab, gue bakal percaya kalo lo itu gue dari masa depan!” lalu dibalas anggukan oleh dina tua.

“Siapa orang yang lagi gue taksir sekarang?” tanya dina muda dengan wajah songongnya.

“Hmm..” dina tua mencari akal. “Boleh pinjem hp kamu?” dina muda langsung memberikan hp nya, walaupun khawatir pulsanya akan dikuras habis oleh orang aneh di depannya ini.

Dina tua mengetikan sesuatu di hp dina muda, tak lama.. dikembalikannya lagi kepada dina muda. “Orang yang kamu taksir itu dia.” dina muda melihat layar hp nya yang berisi deretan nomor telepon, dilihatnya dina tua memberikan isyarat untuk menelpon nomor tersebut.

Karena penasaran, dina muda langsung mendial nomer tersebut. duuuuttt,, duuuuttt,, bunyi telepon tersambung. Tak lama..

“Hallo?

Mata dina muda melotot, “Ha..hallo ini siapa yaa?”

“Lah kok nanya, harusnya gue yang nanya.. ini siapa?”

“Ini dina dari SMA Cerah Ceria..” ucap dina muda memperkenalkan diri.

“Oh, lo yang dari ekskul PMR yaa? Ada apa? Tau nomor gue dari siapa?”

“Dari............ tiang listrik di jalanan, emangnya ini siapa?” jawab dina asal.

“Deric, ada apa nelpon? penting?”

Dina langsung mematikan telpon nya, matanya melotot dan hampir saja loncat keluar. Dipandanginya hp tersebut, lalu memandangi wanita didepannya, mulutnya tidak bisa mingkem, keterkejutannya masih terasa padahal sudah 10 menit dari kejadian tutup telepon.

“Gimana? percaya? dia kan orang yang lagi kamu taksir?”

Dina muda tidak menjawab, ia hanya menganggukan kepala nya pelan. Kini ia percaya bahwa orang yang di depannya ini adalah dirinya dari masa depan, namun kebingungan kembali menghampirinya.. sebenarnya, ada apa dengan dirinya 10 tahun kedepan, kenapa ia bisa kembali ke masa lalunya?

Next : Part O2 . .