Part O3 : Birthday Invitations
Dina tua memasuki rumahnya, ia lelah setelah berkeliling lingkungan rumah itu, melihat para tetangga nya dulu sebelum banyak yang pindah dari komplek tersebut. Tepat di depan kamarnya, ia mencium bau yang menyengat.. 'Bau apa ini?' tanya dina tua dalam hati, ia mencium ketiak nya, asem. Tapi bukan bau ketiak nya, wanginya sangat ia kenal. Buru-buru ia membuka pintu kamar, ia khawatir sesuatu terjadi pada dina muda.
Sreekkk~
Dina tua melihat ke lantai, banyak sekali garam kasar bertaburan, dilihatnya dina muda yang sedang berduduk sila sembari mulutnya berkomat-kamit, 'Astaga'.. bau yang tadi ia cium adalah bau kemenyan, ia tahu setelah melihat dina muda yang sedang menaburkannya ke dalam bara api. 'Bocah gila!' ucap dina tua dalam hati.
“Kamu ngapain sih din? pake baju hogwarts school tapi gayanya kaya dukun boyolali?” tanya dina tua sambil menyingkirkan garam dari lantai.
Dina muda kaget melihat dina tua yang dengan santainya menyingkirkan garam yang susah payah ia beli dan ia tebar. “KOK LO BISA NGINJEK? BUKANNYA HARUSNYA KAKI LO KEBAKAR YA? TERIAK LAH SEENGGAKNYA..” tanya dina muda yang buru-buru bangun dari duduknya.
“Din...” ucap dina tua menahan sabar. “Saya bukan hantu kaya di film-film, walaupun saya arwah, saya juga gak bisa liat arwah-arwah lain disekitar sini.. lagian juga, kalo kamu kaya gini bukannya ngusir, tapi malah ngundang deh kayanya!” ucap dina tua, seketika wajah dina muda berubah pucat, ia tak terpikirkan hal itu, yang ia pikirkan sekarang ialah bagaimana caranya mengusir dina tua, agar ia bisa mendekati kak Deric dengan leluasa.
“Huftt..” dina muda menghela nafas, ia lalu menyingkirkan semua alat perdukunannya. Ia menjatuhkan badannya di atas kasur, sesaat kemudian ia teringat kalau hari ini adalah jadwalnya untuk latihan PMR, yang mana ia bisa bertemu dengan pujaan hatinya. Dilihatnya dina tua yang sedang asik membaca buku, ia akan pergi diam-diam agar tidak dibuntuti oleh dina tua.
1 JAM KEMUDIAN
Kini dina muda sedang berada di ruang latihan ekskul PMR sekolahnya, ekskul ini di pimpin langsung oleh alumni sekaligus seniornya, siapa lagi kalau bukan kak Deric. Senyum dina muda merekah seraya dilihatnya sang pujaan hati yang sedang mempraktekan teknik CPR kepada para juniornya, senyumnya semakin lebar ketika tatapan matanya bertubrukan dengan pria itu. Deg deg deg~ bunyi jantung dina muda yang memburu.
“Sekarang gue mau salah satu dari kalian praktekin teknik yang barusan gue contohin.” ucap Deric yang menelusuri pandangannya untuk mencari seseorang yang akan mempraktekan teknik yang barusan ia contohkan.
“Lo.. dina kan? mau coba praktekin? daritadi lo merhatiin gue mulu soalnya.” tunjuk Deric. Dina muda kaget, kenapa tiba-tiba dirinya yang ditunjukk, jantungnya sudah tidak karuan, senyumnya tak bisa ia tahan, 'Inilah saatnya hahahahaha..' ucap dina muda dalam hati. Dina muda segera bangkit dari duduknya, bersiap untuk berjalan ke arah Deric, namun..
Seetttttt~ bug!
Sesaat sebelum melangkah, tangannya ditarik dan ia kembali di DUDUKAN. Ia melihat kesebelahnya, 'WHAT!? NGAPAIN LO DISINI' tatapan mata mereka bertemu. “Jangan maju, tolak.. bilang kalo kamu mau kebelakang.” ucap dina tua yang masih menahan tangan dina muda. 'Sinting!' ucap dina muda memberikan tatapan tidak percaya, ia heran, bagaimana bisa dina tua menemukannya, padahal ia tidak pernah memberitahu jadwal latihan PMR nya. Oiya, dina tua adalah dirinya juga, pastinya ia sudah tau kegiatan-kegiatan yang ia lakukan. Hhhhh~ dina muda menghelakan nafasnya, mau bagaimana lagi, ia telah melakukan kesepakatan itu dengan dina tua, ia baru menyesalinya sekarang huhu.
“Maaf kak, saya kurang ngerti teknik tersebut. Saya juga izin ke kamar mandi ya kak, permisi.” setelah izin, dina muda langsung keluar ruang latihan dengan wajah cemberutnya, dina muda berjalan menjauhi ruangan itu. Ia menoleh ke belakang, dilihatnya dina tua yang sedang bersender di tembok sambil memperhatikannya.
“Ganggu aja deh, nyebelin banget!” ucapnya pelan, namun dina tua dapat mendengarnya. Dina tua lalu tersenyum sambil menghampiri dina muda, “pulang aja yuk, bentar lagi doraemon mau tayang!” ditariknya tangan dina muda. Namun, belum sempat mereka jalan..
“Dina!” seseorang memanggil, dua wanita itu sama-sama menoleh, dan kini keduanya sama-sama terkejut. Dina muda buru-buru melepaskan tangan dina tua dari tangannya.
“Hai kak Deric, ada apa?” jawab dina muda yang berjalan perlahan menuju tempat seniornya itu berdiri.
“Dateng yaa minggu depan, semua anggota udah gue undang, ini lo yang terakhir..” ucap Deric sembari memberikan undangan ulang tahunnya, “tadi pengen gue kasih setelah praktek CPR, eh lo nya gak balik-balik, untung ketemu disini.” dina muda melihat undangan tersebut, lalu pandangannya berpindah ke wajah pria dihadapannya, yang terlihat sedang menyunggingkan senyuman tipisnya.
“Din, bilang kamu sibuk dan gak bisa dateng.” ucap dina tua sambil menghalangi tubuh Deric dari pandangan dina muda. Dina muda gugup, ia bingung apa yang harus ia lakukan. Dengan tergesa, ia lalu mengambil undangan tersebut. “Makasih kak Deric, udah undang saya.. saya pasti dateng kok hehe, kalo gitu saya pamit dulu yaa, dadahh!” ucap dina muda yang kemudian berlari, dina tua menghela nafasnya pasrah, ia lalu menyusul langkah dina muda.. “Lo denger kan tadi, dan gue gak akan narik ucapan gue, BYE!” ucap dina muda yang kini melajukan langkah kakinya meninggalkan dina tua. Dina tua yang tulangnya sudah kian keropos tidak sanggup mengejarnya.
“Dasar kepala batu!” ucap dina tua di sela-sela helaan nafasnya. Ia menghentikan langkah kakinya untuk mengatur nafas, ia tidak sengaja menoleh ke belakang, dan dilihatnya Deric yang masih berdiri di tempat semula.. yaa, ia sedang memperhatikan dina muda yang sedang berlari. “Don't you dare..” ucap dina tua, yang masih melihat ke arah Deric dengan tatapan tajamnya. “She's so funny!” ucap Deric sambil tersenyum lalu meninggalkan tempat tersebut.
“Shit.......” ucap dina tua sambil mengepalkan kedua tangannya menahan emosi. Ia menghelakan nafasnya perlahan. 'it's time to stop, din!' ucapnya pelan, yang kemudian ia melangkahkan kakinya untuk kembali kerumah.
Next : Part O4 . .