Storytalelicha

Siang itu Licha berlarian di sekitar tempat parkir, mobil yang Licha kendarai ia parkir di sembarang tempat. 'Masa bodo lah, yang penting gak terlambat ikut seminar!' rutuknya dalam hati. 30 menit yang lalu ia terbangun dari tidurnya dan teringat sebuah agenda, bahwa hari ini adalah jadwalnya untuk menghadiri seminar yang di isi oleh profesornya semasa kuliah dulu. Ia telah berjanji kepada profesornya untuk menghadiri seminar tersebut─agar lebih mendalami rangkaian operasi yang akan dilakukannya kelak.

Licha terus berlarian sampai ia memasuki gedung serbaguna tempat diadakannya seminar tersebut, ia mencari-cari dan terus mencari. Dan ketemu! 'Ini dia tempatnya'!

Berselang beberapa menit, ia telah duduk di salah satu bangku dekat layar proyektor berada, dilihatnya sang profesor yang sudah siap memberikan materi pada seminarnya kali ini, kemudian tidak lama daripada itu, lampu di ruangan tempat ia berada pun mati, dan terlihat lah judul materi yang di tayangkan pada layar proyektor.

Usus Buntu?

Ucapnya dalam hati, 'mengapa dari sekian banyak jenis operasi, profesornya lebih tertarik untuk memberikan materi tentang operasi usus buntu?' banyak pertanyaan yang ia lontarkan, namun Licha hanya diam dan memilih untuk fokus dengan materi yang sekarang sedang diberikan oleh profesornya, ia kemudian memperhatikan profesornya dan mulai mencatat hal-hal penting yang bisa ia pelajari.


Next : Materi pembahasan 'Operasi Usus Buntu'

Siang itu Licha berlarian di sekitar tempat parkir, mobil yang Licha kendarai ia parkir di sembarang tempat. 'Masa bodo lah, yang penting gak terlambat ikut seminar!' rutuknya dalam hati. 30 menit yang lalu ia terbangun dari tidurnya dan teringat sebuah agenda, bahwa hari ini adalah jadwalnya untuk menghadiri seminar yang di isi oleh profesornya semasa kuliah dulu. Ia telah berjanji kepada profesornya untuk menghadiri seminar tersebut─agar lebih mendalami rangkaian operasi yang akan dilakukannya kelak. Licha terus berlarian sampai ia memasuki gedung serbaguna tempat diadakannya seminar tersebut, ia mencari-cari dan terus mencari. Dan ketemu! 'Ini dia tempatnya'! Berselang beberapa menit, ia telah duduk di salah satu bangku dekat layar proyektor berada, dilihatnya sang profesor yang sudah siap memberikan materi pada seminarnya kali ini, kemudian tidak lama daripada itu, lampu di ruangan tempat ia berada pun mati, dan terlihat lah judul materi yang di tayangkan pada layar proyektor. Usus Buntu?

Ucapnya dalam hati, 'mengapa dari sekian banyak jenis operasi, profesornya lebih tertarik untuk memberikan materi tentang operasi usus buntu?' banyak pertanyaan yang ia lontarkan, namun Licha hanya diam dan memilih untuk fokus dengan materi yang sekarang sedang diberikan oleh profesornya, ia kemudian memperhatikan profesornya dan mulai mencatat hal-hal penting yang bisa ia pelajari.


Next : Materi pembahasan 'Operasi Usus Buntu'

Siang itu Licha berlarian di sekitar tempat parkir, mobil yang Licha kendarai ia parkir di sembarang tempat. 'Masa bodo lah, yang penting gak terlambat ikut seminar!' rutuknya dalam hati. 30 menit yang lalu ia terbangun dari tidurnya dan teringat sebuah agenda, bahwa hari ini adalah jadwalnya untuk menghadiri seminar yang di isi oleh profesornya semasa kuliah dulu. Ia telah berjanji kepada profesornya untuk menghadiri seminar tersebut─agar lebih mendalami rangkaian operasi yang akan dilakukannya kelak.

Licha terus berlarian sampai ia memasuki gedung serbaguna tempat diadakannya seminar tersebut, ia mencari-cari dan terus mencari. Dan ketemu! 'Ini dia tempatnya'!

Berselang beberapa menit, ia telah duduk di salah satu bangku dekat layar proyektor berada, dilihatnya sang profesor yang sudah siap memberikan materi pada seminarnya kali ini, kemudian tidak lama daripada itu, lampu di ruangan tempat ia berada pun mati, dan terlihat lah judul materi yang di tayangkan pada layar proyektor.

Usus Buntu?

Ucapnya dalam hati, 'mengapa dari sekian banyak jenis operasi, profesornya lebih tertarik untuk memberikan materi tentang operasi usus buntu?' banyak pertanyaan yang ia lontarkan, namun Licha hanya diam dan memilih untuk fokus dengan materi yang sekarang sedang diberikan oleh profesornya, ia kemudian memperhatikan profesornya dan mulai mencatat hal-hal penting yang bisa ia pelajari.


Next : Materi pembahasan 'Operasi Usus Buntu'

Coba

ssundays · WENDY – Like Water
Dianjurkan mendengarkan lagu ini

Capek banget dahhhh..

Go-Package : 12 Pelanggan. Go-GoGo : 5 Pelanggan. Go-Bucin : 13 Pelanggan. Go-Menfess : 2 Pelanggan. Go-Curhat : 1 Pelanggan.

Terima Kasih semua pelanggan Neng~ ^^

Neng Ojol Pamit!

Permainan ini adalah gabungan dari dua permainan, yaitu ular tangga dan juga judi. Seperti judi pada biasanya, dua pemain akan diminta untuk suit di dm mod, lalu yang lain bisa bet di reply. Pemain lain yang tidak suit, harus bet dengan satuan dadu (1 sampai 6).

Contoh :

Baek Yijin x Kang Tae Moo suit.

Na Heedo bet Baek Yijin (3) Shin Hari bet Kang Tae Moo (6)

Hasil : Baek Yijin menang. Maka, Na Heedo bisa menjalankan ular tangganya sebanyak 3 kotak. Shin Hari tidak bisa jalan, karna ia kalah bet.

Ketentuan : – Disarankan membuat thread yang berisi jalannya permainan ular tangga x judi. – Yang sedang suit tidak bisa menjalankan papan nya. – Pemain yang bertemu tangga di papan nya, diperbolehkan naik sesuai arah tangga. – Pemain yang bertemu kepala ular di papan nya, diharuskan turun sesuai arah ekor ular. – Batas suit dan reply bet hanya 5 Menit. – Pemenang diambil dari pemain yang paling dekat dengan angka 100. – Any question? QRT link HTP ini..

Enjoy The Games . .

Sebulan berlalu pasca pemulihan dirinya, ternyata selama ini ia koma selama 3 bulan karna kecelakaan, katanya ia tertabak oleh mobil karena tidak fokus saat menyebrang jalan. Para saksi setempat bilang kalo saat itu dina sedang bermain hp, lalu ia tertabrak oleh sebuah mobil. 'Aneh' padahal dina yakin sebab ia tertabrak karna ia terlalu fokus dengan luka yang ada di tubuh dan juga hatinya. Dina masih mengingat kejadian-kejadian itu. Belum selesai dengan kebingungannya, ia makin dibuat bingung dengan ingatannya, kini masa depannya telah berubah, tapi ia masih mengingat tentang Deric dan juga lukanya, walaupun ia sudah tidak merasakan sakit di hatinya, itu terasa seperti menonton serial tv, sakitnya hanya selewat. Ia sangat bingung, apa tujuan tuhan dengan tidak merenggut pula semua ingatannya tentang Deric dan masa lalunya, tentu ia tidak keberatan, tetapi ia hanya bingung.

Hari ini dina sudah diperbolehkan untuk pulang, ternyata dina adalah dokter gigi yang praktek di rumah sakit tempat ia dirawat, pantas saja saat itu para suster mengenalinya dan juga memanggilnya dengan sebutan 'dokter', itu karna mereka mengenal dina sebagai dokter spesialis gigi di rumah sakit tersebut. Dina tidak percaya, ternyata cita-citanya bisa terwujud, 10 tahun ini ternyata dina habiskan untuk belajar dan belajar.

Sembari menjinjing tas bawaan miliknya, bermaksud untuk dibawa pulang kerumah, dina memberhentikan sebuah taksi, ia terpikirkan 1 tempat.. yaa, rumah Deric, ia ingin memastikan satu hal sebelum ia memulai kembali segalanya. Sopir taksi tersebut mengiyakan alamat yang dina berikan, tidak sampai 1 jam ia telah sampai di depan rumah Deric. Dina menelusuri pandangannya mencari-cari sosok itu.

'Itu dia..'

Dilihatnya pria itu sedang bersama seorang wanita, mereka tampak bahagia, tidak ada 1 kebohongan pun di wajah sang pria. Dina tersenyum, ia paham sekarang.. ini bukan masalah seberapa lama kami bersama, tapi dengan siapa seharusnya kita bersama. Mungkin Deric bukanlah jodohnya, dan semua kejadian itu terjadi karna memang harus terjadi. Saat ini, walaupun Deric terlihat seperti bajingan, tapi dina tetap bahagia, dan dina merasa bangga terhadap dirinya sendiri karena bisa merubah takdirnya, ia juga berterima kasih kepada tuhan yang telah memberinya kesempatan ini. Dilihatnya lagi pasangan bahagia itu, dina harap, semoga mereka tetap bahagia sampai maut memisahkan.

'Goodbye Deric, thank you for teaching me so many things. Thank you so much.'

Dina tersenyum dan membalikan badannya, kembali memasuki taksi, ia kemudian menyebutkan alamat rumah orang tuanya, ia rindu dengan orang tuanya, saat ini ia akan fokus dengan pekerjaannya dan juga orang tuanya, tak ada yang ingin ia pikirkan lagi selain dua hal tersebut. Menurut dina, hal lainnya akan datang seiring berjalannya waktu, namun untuk saat ini ia hanya ingin menikmati waktunya, ia senang bisa sebahagia ini. Ia harap ia bisa terus sebahagia ini kedepannya.

'To my 18 years old.. Thank you for everything.. It was because of you, everything can change for the better. Thank you for saving our precious future. Thank you for being the best version of dina. But.. no matter how old you are, you're the best version of yourself, as long as it's what you like and what you do is the right things. Now.. I'm just the strongest.. thank you to myself.'

E N D .

Sebulan berlalu pasca pemulihan dirinya, ternyata selama ini ia koma selama 3 bulan karna kecelakaan, katanya ia tertabak oleh mobil karena tidak fokus saat menyebrang jalan. Para saksi setempat bilang kalo saat itu dina sedang bermain hp, lalu ia tertabrak oleh sebuah mobil. 'Aneh' padahal dina yakin sebab ia tertabrak karna ia terlalu fokus dengan luka yang ada di tubuh dan juga hatinya. Dina masih mengingat kejadian-kejadian itu. Belum selesai dengan kebingungannya, ia makin dibuat bingung dengan ingatannya, kini masa depannya telah berubah, tapi ia masih mengingat tentang Deric dan juga lukanya, walaupun ia sudah tidak merasakan sakit di hatinya, itu terasa seperti menonton serial tv, sakitnya hanya selewat. Ia sangat bingung, apa tujuan tuhan dengan tidak merenggut pula semua ingatannya tentang Deric dan masa lalunya, tentu ia tidak keberatan, tetapi ia hanya bingung.

Hari ini dina sudah diperbolehkan untuk pulang, ternyata dina adalah dokter gigi yang praktek di rumah sakit tempat ia dirawat, pantas saja saat itu para suster mengenalinya dan juga memanggilnya dengan sebutan 'dokter', itu karna mereka mengenal dina sebagai dokter spesialis gigi di rumah sakit tersebut. Dina tidak percaya, ternyata cita-citanya bisa terwujud, 10 tahun ini ternyata dina habiskan untuk belajar dan belajar.

Sembari menjinjing tas bawaan miliknya, bermaksud untuk dibawa pulang kerumah, dina memberhentikan sebuah taksi, ia terpikirkan 1 tempat.. yaa, rumah Deric, ia ingin memastikan satu hal sebelum ia memulai kembali segalanya. Sopir taksi tersebut mengiyakan alamat yang dina berikan, tidak sampai 1 jam ia telah sampai di depan rumah Deric. Dina menelusuri pandangannya mencari-cari sosok itu.

'Itu dia..'

Dilihatnya pria itu sedang bersama seorang wanita, mereka tampak bahagia, tidak ada 1 kebohongan pun di wajah sang pria. Dina tersenyum, ia paham sekarang.. ini bukan masalah seberapa lama kami bersama, tapi dengan siapa seharusnya kita bersama. Mungkin Deric bukanlah jodohnya, dan semua kejadian itu terjadi karna memang harus terjadi. Saat ini, walaupun Deric terlihat seperti bajingan, tapi dina tetap bahagia, dan dina merasa bangga terhadap dirinya sendiri karena bisa merubah takdirnya, ia juga berterima kasih kepada tuhan yang telah memberinya kesempatan ini. Dilihatnya lagi pasangan bahagia itu, dina harap, semoga mereka tetap bahagia sampai maut memisahkan.

'Goodbye Deric, thank you for teaching me so many things. Thank you so much.'

Dina tersenyum dan membalikan badannya, kembali memasuki taksi, ia kemudian menyebutkan alamat rumah orang tuanya, ia rindu dengan orang tuanya, saat ini ia akan fokus dengan pekerjaannya dan juga orang tuanya, tak ada yang ingin ia pikirkan lagi selain dua hal tersebut. Menurut dina, hal lainnya akan datang seiring berjalannya waktu, namun untuk saat ini ia hanya ingin menikmati waktunya, ia senang bisa sebahagia ini. Ia harap ia bisa terus sebahagia ini kedepannya.

'To my 18 years old.. Thank you for everything.. It was because of you, everything can change for the better. Thank you for saving our precious future. Thank you for being the best version of dina. But.. no matter how old you are, you're the best version of yourself, as long as it's what you like and what you do is the right things. Now.. I'm just the strongest.. thank you to myself.'

ー E N D